PENDEKATAN SCIENTIFIC DALAM KURIKULUM 2013
Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan dalam Sufairoh (2016) menyebutkan bahwa
pendekatan pembelajaran adalah
serangkaian tindakan pembelajaran yang dilandasi oleh prisip dasar tertentu
(filosfis, psikologis, didaktif, dan ekologis) yang mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari metode
pembelajaran tertentu.
Pembelajaran dengan
pendekatan scientific adalah pembelajaran yang terdiri atas kegiatan mengamati (untuk mengidentifikasi
masalah yang ingin diketahui), merumuskan pertanyaan dan merumuskan hipotesis,
mengumpulkan data atau informasi dengan berbagai teknik, mengolah atau menganalisis data atau
informasi dan menarik kesimpilan serta mengkomunikasikan hasil yang terdiri
dari kesimpulan dan juga temuan lain diluar rumusan masalah untuk memperoleh
keterampilan dan sikap (mencipta)
(Permatasari, 2014:12).
Secara Istilah pengertian
dari pendekatan scientific adalah proses pembelajaran yang
dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep,
hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi
atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan
hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, meng-analisis data, menarik
kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan” (Sufairoh, 2016:120-122).
Penerapan
pendekatan scientific ini dimaksudkan
agar peserta didik lebih memahami tentang sebuah konsep maupun teori dari
proses pembelajaran yang dilakukan peserta didik dengan memanfaatkan berbagai
macam sumber untuk menemukan dan memahami konsep maupun teori tersebut. Harapan
dari penerapan pendekatan scientific adalah
agar pembelajaran yang dihadapi peserta didik lebih bermakna sehingga teori
maupun konsep yang baru ia temui atau ketahui akan lebih melekat di dalam
pikirannya sehingga peserta didik lebih paham akan sebuah konsep atau teori
tersebut.
Proses pembelajaran
yang mengacu pada pendekatan scientific menurut Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan (2016) meliputi lima langkah, yaitu: mengamati, menanya, mengumpulkan
data, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Selanjutnya dijelaskan sebagai
berikut.
1. Mengamati,
yaitu kegiatan siswa mengidentifikasi melalui indera penglihat (membaca,
menyimak), pembau, pendengar, pengecap dan peraba pada waktu mengamati suatu
objek dengan ataupun tanpa alat bantu. Alternatif kegiatan mengamati antara
lain observasi lingkungan, mengamati gambar, video, tabel dan grafik data, menganalisis peta, membaca
berbagai informasi yang tersedia di media masa dan internet maupun sumber lain.
Bentuk hasil belajar dari kegiatan mengamati adalah siswa dapat mengidentifikasi
masalah.
2. Menanya,
yaitu kegiatan siswa mengungkapkan apa yang ingin diketahuinya baik yang
berkenaan dengan suatu objek, peristiwa, suatu proses tertentu. Dalam kegiatan
menanya, siswa membuat pertanyaan secara individu atau kelompok tentang apa
yang belum diketahuinya. Siswa dapat mengajukan pertanyaan kepada guru,o narasumber, siswa lainnya dan atau kepada diri sendiri
dengan bimbingan guru hingga siswa dapat mandiri dan menjadi kebiasaan.
Pertanyaan dapat diajukan secara lisan dan tulisan serta harus dapat
membangkitkan motivasi siswa untuk tetap aktif dan gembira. Bentuknya dapat
berupa kalimat pertanyaan dan kalimat hipotesis. Hasil belajar dari
kegiatanmenanya adalah siswa dapat merumuskan masalah dan merumuskan hipotesis.
3. Mengumpulkan
data, yaitu kegiatan siswa mencari informasi sebagai bahan untuk dianalisis dan
disimpulkan. Kegiatan mengumpulkan data dapat dilakukan dengan cara membaca
buku, mengumpulkan data sekunder, observasi lapangan, uji coba (eksperimen),
wawancara, menyebarkan kuesioner, dan lain-lain. Hasil belajar dari kegiatan
mengumpulkan data adalah siswa dapat menguji hipotesis.
4. Mengasosiasi,
yaitu kegiatan siswa mengolah data dalam bentuk serangkaian aktivitas fisik dan
pikiran dengan bantuan peralatan tertentu. Bentuk kegiatan mengolah data antara
lain melakukan klasifikasi, pengurutan (sorting), menghitung, membagi, dan
menyusun data dalam bentuk yang lebih informatif, serta menentukan sumber data
sehingga lebih bermakna. Kegiatan siswa dalam mengolah data misalnya membuat
tabel, grafik, bagan, peta konsep, menghitung, dan pemodelan. Selanjutnya siswa
menganalisis data untuk membandingkan ataupun menentukan hubungan antara data yang
telah diolahnya dengan teori yang ada sehingga dapat ditarik simpulan dan atau
ditemukannya prinsip dan konsep penting yang bermakna dalam menambah skema
kognitif, meluaskan pengalaman, dan
wawasan pengetahuannya. Hasil belajar
dari kegiatan menalar/mengasosiasi adalah
siswa dapat menyimpulkan hasil
kajian dari hipotesis.
5. Mengomunikasikan,
yaitu kegiatan siswa mendeskripsikan
dan menyampaikan hasil temuannya dari kegiatan
mengamati, menanya, mengumpulkan
dan mengolah data, serta
mengasosiasi yang ditujukan
kepada orang lain baik secara lisan
maupun tulisan dalam bentuk diagram, bagan,
gambar, dan sejenisnya dengan
bantuan perangkat teknologi sederhana dan
atau teknologi informasi dan komunikasi.
Hasil belajar dari kegiatan mengomunikasikan adalah siswa dapat
memformulasikan dan mempertanggungjawabkan pembuktian hipotesis.