Rabu, 07 Maret 2018



KONSEP PERENCANAAN SISTEM PEMBELAJARAN
A. Pengertian Perencanaan Pembelajaran
Degeng dalam Fatimah (2015) pengertian  perencanaan  pembelajaran  adalah  upaya  untuk  membelajarkan siswa. Abdul majid dalam Fatimah (2015) mengemukakan bahwa dalam konteks pengajaran, perencanaan dapat diartikan sebagai proses penyusunan materi pelajaran, penggunaan media pengajaran, penggunaan pendekatan dan metode pengajaran dan penilaian dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada masa tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Fatimah (2015) menyimpulkan bahwa rencana pembelajaran adalah suatu perkiraan mengenai tindakan apa yang akan dilakukan pada waktu proses belajar mengajar.
Majid dalam Suryapermana (2017: 184-185) menggungkapkan tentang konsep perencanaan pembelajaran dapat dilihat dari beberapa sudut pandang yaitu: 1) Perencanaan pengajaran/pembelajaran sebagai teknologi adalah suatu perencanaan yang mendorong penggunaan teknik-teknik yang mengembangkan tingkah laku kognitif dan teori-teori konstruktif terhadap solusi dan problem-problem dalam pembelajaran; 2) Perencanaan pengajaran sebagai suatu sistem adalah sebuah susunan dari sumber-sumber dan prosedur-prosedur untuk menggerakan pembelajaran. Pengembangan sistem pembelajaran melalui proses yang sistemik, selanjutnya diimplementasikan dengan mengacu pada sistem perencanaan itu sendiri; 3) Perencanaan pengajaran/pembelajaran sebagai sebuah disiplin adalah cabang dari pengetahuan yang senantiasa memperhatikan hasil-hasil penelitian dan teori tentang strategi pembelajaran dan implementasinya terhadap strategi tersebut; 4) Perencanaan pembelajaran sebagai sains (science) adalah mengkreasi secara detail spesifik dari pengembanghan, implementasi, ecakuasi, dan pemeliharaan unit-unit yang luas maupun yang lebih sempit dari materi pelajaran dengan segala tingkatan kompleksitannya; 5) Perencanaan pembelajaran sebagai proses adalah pengembangan pembelajaran secara sistimatik yang digunakan secara khusus atas dasar teori-teori pembelajaran dan pengajaran untuk menjamin kualitas pembelajaran. Dalam perencanaan ini, dilakukan analisis kebutuhan dari proses belajar dengan alur yang sistimatik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Termasuk di dalamnya melakukan evaluasi terhadap materi pelajaran dan aktifitas-aktifitas pengajaran; dan 6) Perencanaan pembelajran sebagai realitas adalah ide pengajaran dikembangkan dengan memberikan hubungan pembelajaran dari waktu ke waktu dalam  suatu proses  yang  dikerjakan  perencana  dengan  mengecek   secara  cermat,  bahwa  semua kegiatan telah sesuai dengan tuntutan sains dan dilaksanakan secara sistematik. perencanaan pembelajaran harus selaras, harus sesuai, harus sepadan, dan cocok dengan ranah dan konsep pendidikan dan pembelajaran yang bersemayam dalam pelukan kurikulum. Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran merupakan pengaturan pembelajaran secara sistematik mulai dari proses penyusunan materi pelajaran, penggunaan media pengajaran, penggunaan pendekatan dan metode pengajaran dan penilaian untuk menjamin kualitas pembelajaran.
B. Prinsip Perencanaan Pembelajaran
Menurut Segala dalam Afandi (2009: 149), beberapa prinsip perencanaan pembelajaran terdiri atas:
1)   Menetapkan apa yang akan dilakukan oleh guru, kapan dan bagaimana cara melakukannya dalam implementasi pembelajaran.
2)   Membatasi sasaran atas dasar tujuan intruksional khusus dan menetapkan pelaksanaan kerja untuk mencapai hasil yang maksimal melalui proses penentuan target pembelajaran.
3)   Mengembangkan alternatif-alternatif yang sesuai dengan strategi pembelajaran.
4)   Mengumpulkan dan menganalisis informasi yang penting untuk mendukung kegiatan pembelajaran.
5)   Mempersiapkan dan mengkomunikasikan rencana-rencana dan keputusan-keputusan yang berkaitan dengan pembelajaran kepada pihak yang berkepentingan.
Adapun prinsip perencanaan pembelajaran ada 9 yaitu:
·      Signifikasi
·      Relevansi
·      Adaptif
·      Feasibilitas
·      Kepastian
·      Ketelitian
·      Waktu
·      Monitoring
·      Isi perencanaan

C.  Karakterisitk Perencanaan Pembelajaran
Menurut Banghart dan Trull dalam Fatimah (2015) yang menjelaskan terdapat beberapa karakteristik perencanaan pengajaran yaitu:
1.    Merupakan proses rasional, sebab berkaitan dengan tujuan sosial dan konsep-konsepnya yang dirancang oleh banyak orang.
2.    Merupakan konsep dinamik, sehingga dapat dan perlu dimodifikasi jika informasi yang masuk mengharapkan demikian.
3.    Perencanaan terdiri dari beberapa aktivitas, aktivitas itu banyak ragamnya, namun dapat dikategorikan menjadi prosedur–prosedur.
4.    Perencanaan pengajaran berkaitan dengan pemilihan sumber dana, sehingga harus mampu mengurangi pemborosan, duplikasi, salah penggunaan dan salah dalam manajemennya.
Adapun 5 karakteristik perencanaan pembelajaran yaitu:
1)   Penyusunan perencanaan pembelajaran ditujukan terhadap siswa yang belajar.
2)   memiliki tahapan (persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut)
3)   Sitematis
4)   Pendekatan sistem
5)   Pembelajaran yang humanis
D.  Manfaat Perencanaan Pembelajaran
Darwyn Syah dalam Fatima (2015) manfaat yang diperoleh dari perencanaan pengajaran dalam proses belajar mengajar yaitu:
1.    Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan.
2.    Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsure yang terlibat dalam kegiatan.
3.    Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsure, baik unsure guru maupun unsur murid.
4.    Sebagai alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui ketepatan dan kelambatan kerja.
5.    Untuk bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja.
6.    Untuk menghemat waktu, tenaga, alat–alat dan biaya.





PENDEKATAN SISTEM DALAM PEMBELAJARAN
A.  Pengertian sistem
Sistem adalah suatu konsep yang abstrak yakni seperangkat komponen atau unsur-unsur yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan (Oemar, H:2002).
Ciri utama suatu sistem: (1) suatu sistem memiliki tujuan tertentu, (2) untuk mecapai tujuan sebuah sistem memiliki fungsi-fungsi tertentu, (3) untuk menggerakkan fungsi, suatu sistem harus ditunjang oleh berbagai komponen (Sanjaya, 2008: 2).
B.  Pengertian pendekatan sistem
Pendekatan sistem adaalh (1) alat atau teknik yang dirancang untuk memahami suatu sistem, (2) suatu cara yang dilakukan secara ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan untuk melakukan berbagai analisis terhadap suatu sistem.
C.  Pembelajaran sebagai suatu sistem
Sistem pembelajaran merupakan suatu kombinasi terorganisir yang meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.
Bentuk sederhana pendekatan sistem dalam pembelajaran: (1) mengidentifikasi, (2) mengembangkan, (3) mengevaluasi dan (4) merevisi.
D.  Manfaat penerapan pendekatan sistem dalam perencanaan pembelajaran
Penggunaan pendekatan sistem dalam perencanaan pembelajaran bermanfaat dalam:
1.    Dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kegiatan perencanaan pembelajaran
2.    Menghasilkan rumusan rencana pembelajaran yang bermutu
3.    Dapat menyusun sistem pembelajaran yang efektif dan efisien.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar