KONSEP PERENCANAAN SISTEM PEMBELAJARAN
A. Pengertian Perencanaan Pembelajaran
Degeng dalam Fatimah
(2015) pengertian perencanaan pembelajaran
adalah upaya untuk
membelajarkan siswa. Abdul majid dalam Fatimah (2015) mengemukakan bahwa
dalam konteks pengajaran, perencanaan dapat diartikan sebagai proses penyusunan
materi pelajaran, penggunaan media pengajaran, penggunaan pendekatan dan metode
pengajaran dan penilaian dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada
masa tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Fatimah (2015)
menyimpulkan bahwa rencana pembelajaran adalah suatu perkiraan mengenai
tindakan apa yang akan dilakukan pada waktu proses belajar mengajar.
Majid dalam
Suryapermana (2017: 184-185) menggungkapkan tentang konsep perencanaan
pembelajaran dapat dilihat dari beberapa sudut pandang yaitu: 1) Perencanaan
pengajaran/pembelajaran sebagai teknologi adalah suatu perencanaan yang
mendorong penggunaan teknik-teknik yang mengembangkan tingkah laku kognitif dan
teori-teori konstruktif terhadap solusi dan problem-problem dalam pembelajaran;
2) Perencanaan pengajaran sebagai suatu sistem adalah sebuah susunan dari
sumber-sumber dan prosedur-prosedur untuk menggerakan pembelajaran.
Pengembangan sistem pembelajaran melalui proses yang sistemik, selanjutnya
diimplementasikan dengan mengacu pada sistem perencanaan itu sendiri; 3)
Perencanaan pengajaran/pembelajaran sebagai sebuah disiplin adalah cabang dari
pengetahuan yang senantiasa memperhatikan hasil-hasil penelitian dan teori
tentang strategi pembelajaran dan implementasinya terhadap strategi tersebut; 4)
Perencanaan pembelajaran sebagai sains (science)
adalah mengkreasi secara detail spesifik dari pengembanghan, implementasi,
ecakuasi, dan pemeliharaan unit-unit yang luas maupun yang lebih sempit dari
materi pelajaran dengan segala tingkatan kompleksitannya; 5) Perencanaan
pembelajaran sebagai proses adalah pengembangan pembelajaran secara sistimatik
yang digunakan secara khusus atas dasar teori-teori pembelajaran dan pengajaran
untuk menjamin kualitas pembelajaran. Dalam perencanaan ini, dilakukan analisis
kebutuhan dari proses belajar dengan alur yang sistimatik untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Termasuk di dalamnya melakukan evaluasi terhadap materi pelajaran
dan aktifitas-aktifitas pengajaran; dan 6) Perencanaan pembelajran sebagai
realitas adalah ide pengajaran dikembangkan dengan memberikan hubungan
pembelajaran dari waktu ke waktu dalam
suatu proses yang dikerjakan
perencana dengan mengecek
secara cermat,
bahwa semua kegiatan telah sesuai
dengan tuntutan sains dan dilaksanakan secara sistematik. perencanaan
pembelajaran harus selaras, harus sesuai, harus sepadan, dan cocok dengan ranah
dan konsep pendidikan dan pembelajaran yang bersemayam dalam pelukan kurikulum.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa perencanaan
pembelajaran merupakan pengaturan pembelajaran secara sistematik mulai dari
proses penyusunan materi pelajaran, penggunaan media pengajaran, penggunaan
pendekatan dan metode pengajaran dan penilaian untuk menjamin kualitas
pembelajaran.
B. Prinsip Perencanaan Pembelajaran
Menurut Segala dalam
Afandi (2009: 149), beberapa prinsip perencanaan pembelajaran terdiri atas:
1)
Menetapkan apa
yang akan dilakukan oleh guru, kapan dan bagaimana cara melakukannya dalam
implementasi pembelajaran.
2)
Membatasi
sasaran atas dasar tujuan intruksional khusus dan menetapkan pelaksanaan kerja
untuk mencapai hasil yang maksimal melalui proses penentuan target pembelajaran.
3)
Mengembangkan
alternatif-alternatif yang sesuai dengan strategi pembelajaran.
4)
Mengumpulkan dan
menganalisis informasi yang penting untuk mendukung kegiatan pembelajaran.
5)
Mempersiapkan
dan mengkomunikasikan rencana-rencana dan keputusan-keputusan yang berkaitan
dengan pembelajaran kepada pihak yang berkepentingan.
Adapun prinsip
perencanaan pembelajaran ada 9 yaitu:
·
Signifikasi
·
Relevansi
·
Adaptif
·
Feasibilitas
·
Kepastian
·
Ketelitian
·
Waktu
·
Monitoring
·
Isi perencanaan
C. Karakterisitk Perencanaan Pembelajaran
Menurut Banghart dan Trull dalam Fatimah (2015) yang
menjelaskan terdapat beberapa karakteristik perencanaan pengajaran yaitu:
1.
Merupakan proses
rasional, sebab berkaitan dengan tujuan sosial dan konsep-konsepnya yang
dirancang oleh banyak orang.
2.
Merupakan konsep
dinamik, sehingga dapat dan perlu dimodifikasi jika informasi yang masuk
mengharapkan demikian.
3.
Perencanaan
terdiri dari beberapa aktivitas, aktivitas itu banyak ragamnya, namun dapat
dikategorikan menjadi prosedur–prosedur.
4.
Perencanaan
pengajaran berkaitan dengan pemilihan sumber dana, sehingga harus mampu
mengurangi pemborosan, duplikasi, salah penggunaan dan salah dalam
manajemennya.
Adapun
5 karakteristik perencanaan pembelajaran yaitu:
1)
Penyusunan
perencanaan pembelajaran ditujukan terhadap siswa yang belajar.
2)
memiliki tahapan
(persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut)
3)
Sitematis
4)
Pendekatan
sistem
5)
Pembelajaran
yang humanis
D. Manfaat Perencanaan Pembelajaran
Darwyn Syah dalam Fatima (2015) manfaat yang
diperoleh dari perencanaan pengajaran dalam proses belajar mengajar yaitu:
1.
Sebagai petunjuk
arah kegiatan dalam mencapai tujuan.
2.
Sebagai pola
dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsure yang terlibat dalam
kegiatan.
3.
Sebagai pedoman
kerja bagi setiap unsure, baik unsure guru maupun unsur murid.
4.
Sebagai alat
ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui ketepatan
dan kelambatan kerja.
5.
Untuk bahan
penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja.
6.
Untuk menghemat
waktu, tenaga, alat–alat dan biaya.
PENDEKATAN SISTEM DALAM PEMBELAJARAN
A. Pengertian sistem
Sistem adalah suatu konsep yang abstrak yakni
seperangkat komponen atau unsur-unsur yang saling berinteraksi untuk mencapai
suatu tujuan (Oemar, H:2002).
Ciri utama suatu sistem: (1) suatu sistem memiliki
tujuan tertentu, (2) untuk mecapai tujuan sebuah sistem memiliki fungsi-fungsi
tertentu, (3) untuk menggerakkan fungsi, suatu sistem harus ditunjang oleh
berbagai komponen (Sanjaya, 2008: 2).
B. Pengertian pendekatan sistem
Pendekatan sistem adaalh (1) alat atau teknik yang
dirancang untuk memahami suatu sistem, (2) suatu cara yang dilakukan secara
ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan untuk melakukan berbagai analisis
terhadap suatu sistem.
C. Pembelajaran sebagai suatu sistem
Sistem pembelajaran merupakan suatu kombinasi
terorganisir yang meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas,
perlengkapan, dan prosedur yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.
Bentuk
sederhana pendekatan sistem dalam pembelajaran: (1) mengidentifikasi, (2)
mengembangkan, (3) mengevaluasi dan (4) merevisi.
D. Manfaat penerapan pendekatan sistem dalam
perencanaan pembelajaran
Penggunaan
pendekatan sistem dalam perencanaan pembelajaran bermanfaat dalam:
1.
Dapat memecahkan
masalah-masalah yang dihadapi dalam kegiatan perencanaan pembelajaran
2.
Menghasilkan
rumusan rencana pembelajaran yang bermutu
3.
Dapat menyusun
sistem pembelajaran yang efektif dan efisien.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar